Monday, June 23, 2014

Filled Under:

Pertandingan Futsal Perumnas Cup 2 Di Gudang Seng, Kalimalang

Share
Sejarah aku main futsal memang baru sebentar, terhitung mulai dikirim ke regional IV barulah aku mulai serius main rutin setiap minggu di lapangan futsal depan kantor. Skill yah cetek banget-lah, apalagi selama ini juga sangat jarang ikut olahraga yang melibatkan kaki dan bola, stamina jangan tanya persis seperti stamina Ultraman, baru 15 menit turun sudah nyala lampu pertanda ingin balik. Kostum futsal dulu pun seakan tidak niat, beli sepatu futsal diskonan seharga 100rb, kaos kaki sepatu pantofel, celana rumah pendek, plus kaos. 

Setelah 8 bulan berlatih rutin di Regional tiba saat pembuktian di ajang Perumnas Cup, yaitu ajang turnamen futsal yang diadakan antara intern dan ekstern. Ada 7 regional dan 1 Rusunawa sedangkan pihak ekstern ada banyak antara lain Kepolisian, BTN, Wika, Waskita Karya, dll.

Bagi saya ini merupakan momen langka melihat skill pemain bola dari regional lain, dan untungnya tahun ini saya diajak sebagai pemain cadangan, sebuah posisi yang cukup bagus mengingat stamina juga kurang mendukung. Sebagai pemain cadangan fasilitas tetap sama, yaitu jersey dan sepatu futsal baru. Jujur tawaran sepatu baru cukup menarik, sepatu futsal tahun ini ber-merk spec dengan size 44 ukuran yang pas (sepatu lama saya 42), begitu dipakai sangat nyaman dan untuk menendang bola tidak lagi terasa sakit seperti sepatu lama.



Dan inilah tim kami yang terdiri dari 12 orang yang berasal dari regional IV plus cabang-cabang dibawahnya. Turnamen diadakan hari Sabtu-Minggu tgl 21-22 Juni 2014 di Lapangan Futsal Gudang Seng Kalimalang. Pertandingan sendiri dibuka oleh Dirut lalu dilanjutkan pertandingan persahabatan antara bos-bos, yang paling unik adalah kesempatan melihat Direktur Keuangan beraksi di lapangan, sangat lincah dan jago....nggak nyangka banget.



Jadwal tanding kami adalah Sabtu 2x dan Minggu 1 X melawan Regional VII, Regional I, Propernas, dan Regional VI. Paling serem adalah regional VI yang terlihat kompak dan terlihat profesional, pemain mereka juga cukup gesit, nampaknya pertandingan melawan Reg VI merupakan pertandingan yang mustahil dimenangkan. 

Di pertandingan pertama kami melawan Regional VII dengan kawan sebatch ku Dipo sebagai penjaga gawang Reg VII, dengan ukuran tubuhnya yang besar tentu sangat susah menjebol gawang lawan, namun disni insiden terjadi karena di menit-menit awal penyerang kami bertabrakan dengan Dipo, begitu besarnya efek tubrukan itu sampai-sampai mulut Dipo berlumuran darah dan harus dibawa ke rumah sakit, kemudian kami dengar dia mendapat 8 jahitan di bibir luar dan dalam.

Nampaknya tidak usah berpanjang lebar, dalam dua hari kami dibantai habis dan menghuni dasar klasemen, jadi tahun kemarin kami dibantai dan tahun ini juga kembali dipermalukan, secara total gol yang kami lesakkan cuma 4 biji sementara lawan melesakkan 2x jumlah gol kami. 



Kekalahan di hari pertama tentu saja menghapus angan kami untuk mendapatkan gelar, jadi pertandingan hari kedua lebih untuk latihan tahun depan, tentu saja kami tetap serius dalam bertanding. Setelah turun langsung menghadapi regional I baru terasa bedanya main melawan teman sendiri dengan main melawan pihak luar. Walaupun satu kali pertandingan memakan waktu 20 menit - di regional kami bermain satu jam - pertandingan cup lebih melelahkan, ini karena kami dipaksa bermain agresif dari awal turun lapangan, belum lagi kami menghadapi lawan yang memiliki skill cukup tangguh. Setelah jam 12 lewat kami akhirnya memutuskan pulang dan melewatkan pertandingan final, nampaknya setiap orang butuh beristirahat.



Saat berjalan ke parkiran aku melihat mobil travel charteran Regional V, ingin rasanya nebeng mereka pulang, namun sayang besok sudah masuk jam kerja, kami harus melupakan kekalahan kami sekarang dan membalas-nya di tahun depan lagi.



0 comments: