Liburan Sambil Mencoba Arum Jeram Pengalengan

Setelah THR Djuanda kali ini saya dan teman-teman menghabiskan waktu liburan dengan pergi ke Pengalengan yang jauhnya 2 jam perjalanan dari Bandung. Pengalengan sendiri terletak di sebuah dataran tinggi, jadi perjalanan ke sana mirip-mirip seperti di Puncak. Atraksi utama di sana adalah danau diatas bukit. Cukup dengan Rp 250.000 kita bisa menikmati sensasi ber arung jeram, paintball, dan Flying fox.

Pemandangan Situ Cileunca.





Dari kiri : Putri, Dani, Rani, Dina, Ana, Amin, Aji
 Jam 10 siang kami sampai di lokasi yaitu Situ Cileunca, dari aliran Situ Cileunca inilah kami akan ber-arung jeram. Yang paling mengganggu pikiran aku adalah pertama aku tidak bisa berenang dan danau-nya cukup besar, yang kedua bagaimana nanti di sungai-nya...bagaimana jika perahu terbalik. Ah kepalang tanggung akhirnya bulatkan tekad saja harus berani....ini kesempatan yang mungkin tidak datang kedua kali.

Instruktur mengatakan kalau di arung jeram, baik yang pandai renang atau tidak bisa renang hanya bisa gaya pasrah saja, apa itu gaya pasrah? ya ikutin arus saja sambil sebisa mungkin mencari pegangan. Untuk peralatan standar ada topi dan pelampung, bagi yang tidak bisa berenang keberadaan pelampung itu vital. Percaya sajalah dengan pelampung, anda pasti mengapung.

Latihan di danau


Sebelum turun langsung ke sungai kami dipisah ke dua kapal karet, jadi aku, Amin, Ana dan Dina satu perahu. Latihan dulu bro di danau....cuma ada beberapa instruksi singkat seperti cara memakai dayung (yg jarang kami gunakan juga), maju dan mundur memakai dayung, geser kiri kanan (jika tersangkut batu), dan Bum (instruksi yang menandakan kami harus duduk meringkuk di dalam perahu karet. Akhirnya kesampaian juga merasakan mendayung perahu hehehe...berat juga.

Garis Start




Disinilah kami memulai petualangan arum jeram, awalnya rasa ragu dan takut masih ada. Setelah itu lama-lama malah rasa asyik, ketagihan mulai muncul. Yang harus dilakukan cuma satu...patuhi instruktur...kalau dayung maju ya dayung maju, mundur ya dayung mundur, kalau instruktur bilang bum langsung meringkuk di dalam perahu. Tentu saja perintah yang paling banyak muncul adalah bum, sisanya terserah arus air. Perintah bum adalah perintah paling sakti, jadi misalkan perahu menabrak tebing, jatuh dari air terjun kecil selama kamu meringkuk di dalam perahu ya insyallah tidak akan terlempar dari perahu.

Shit momen 

Terendam

Mengapung lagi

Momen-momen menakutkan hahaha sempat kemasukan air banyak tapi tetap berhasil mengapung, benar-benar mantap lah. Di lokasi ini yang benar-benar menantang seolah-olah kapal mau terjun (memang terjun sih). Kalau dihitung-hitung ada 5 KM mungkin perjalanan arung jeram kami. Perjalanan kami berakhir di sungai yang lebih dalam namun tenang. Dan tentu saja di akhir perjalanan instruktur akan melempar satu orang dari kapal (tenang kok bisa ngapung) nah satu orang ini pasti ga terima dilempar sendirian dari kapal, dia pasti ikutan narik orang di atas kapal buat jatuh juga. Aku sudah berencana mau lompat eh tapi sama Amin sudah ditarik jatuh duluan, akibat ga ada persiapan alhasil harus merelakan sandal satu-satunya hanyut di sungai hiks...hiks...hiks

Comments

Postingan Populer

32 Logo Mobil dan Arti di Dalamnya

Mengganti Ban Standar Spacy Dengan Ban Tubeless

Pengalaman Mistis Di Gua Jepang