Pengalaman Mistis Di Gua Jepang

Jalan-jalan ke Jogja nggak lengkap kalau nggak mampir ke kawasan Kaliurang. Apalagi buat pecinta alam akan dimanjakan dengan suasana pedesaan yang bercampur dengan topografi alam yang bergunung-gunung dan memiliki hutan lebat. Suasana-nya pun tenang, apalagi kalau datang pagi-pagi, wuh pasti kedinginan. Kalau lewat sini pasti kita sering ketemu papan bertuliskan "Jalur Evakuasi Merapi", karena memang daerah ini rawan kalau Merapi lagi "ngamuk". Pertama kita ke Goa Jepang yang merupakan percabangan dari Plawangan. Waktu kita kesitu suasananya sepi sekali. Paling yang jaga tiket sama penjual minuman di bawah. Disitu ada tulisan gua Jepang 800 m lagi. Eits jangan percaya dulu sebab nyatanya 800 m lebih, vertikal pula, alias harus mendaki, karena guanya di atas gunung. Setengah perjalanan sampai ke percabangan Plawangan masih di kasih jalan batu, dan tepat disitu ada gardu pandang nun jauh kebawah sana. Tapi waktu itu kita nggak mampir kesitu dulu sebab lagi ada 2 manusia bercengkerama (untung aja masih ketemu manusia disini). Nerus lagi ke arah Gua Jepang petualangan sesungguhnya dimulai sebab mulai dari situ jalannya sudah tanah, mesti hati-hati juga sebab banyak akar pohon, salah-salah kalau kesandung malah masuk jurang di kiri jalan. Sempet kepikiran mo balik sebab makin lama kayak masuk hutan, tapi temenku bilang selama masih nemu bungkusan makan berarti masih bisa dilalui manusia. Sayang rekaman video petualangan kami belum ku upload kesini. Lain kali saja.

Singkat cerita sebab nggak ada lagi yang bisa diceritain disini selain kita yang masih nanjak terus di pinggir jurang yang dalem banget, kata temenku jurang di bawah ini merupakan jalur lava merapi. Nggak kebayang bagaimana panasnya ketika Merapi meletus. Akhirnya nemu juga gua-nya. Seperti yang diperkirakan disini juga nggak ada manusia barang satupun. Gua-nya punya 2 pintu yang didalamnya saling bersambung, ya seperti huruf H lah. Suasananya gelap, dan agak spooky. Begitu masuk aku denger suara seperti Suara rintihan perempuan. Suara kedua kedengaran lagi waktu bener-bener masuk ke dalam. Nah kali ini aku nggak bisa menyembunyikan lagi perasaanku. Aku bilang sama temenku "eh, ada yang denger suara-suara ga?". Eh aku malah disuruh diem sama temenku.

Sampai diluar gua lagi baru lah kita memperbincangkan suara-suara tadi. Dari 7 orang yang ikut yang denger 3 orang, satunya lagi ngira suara burung. Padahal didalam situ nggak ada apa-apa, sepanjang perjalanan juga nggak kedengaran suara burung. Tapi untungnya aja suara itu nggak memperlihatkan diri, Hiiiii....bisa lebih serem lagi mungkin.
Sambil bercanda temenku bilang, "eh coba cek fotonya siapa tau malah jadi berdelapan". He...he...he...untungnya foto kami masih bertujuh didalam. Malah hasilnya agak artistik bukan? Nah ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, sebab baru kali ini denger suara tanpa rupa kayak gitu.
Dalam perjalanan balik baru lah ketemu dengan 3 orang bapak polisi. Kami ga tau dengan tujuan apa mereka ke atas. Ada yang bilang kalau itu polisi hutan lagi periksa kalau-kalau ada illegal logging. Tapi sampai dibawah mobil mereka ternyata mobil polisi biasa. Mungkin juga mereka cuma jalan-jalan. Sebab dari cara jalannya polisi didepan punya jabatan tinggi, yang ditengah jabatannya lebih rendah, dan yang dibelakang polisi biasa. Tau dari mana? ya gini-gini kan aku pernah membaca buku mengenai membaca bahasa tubuh.

Kesimpulannya gua Jepang memang top buat acara hiking dan adu nyali.........

Comments

aji.....

liat wajahmu jadi inget goa jepang

hahahahahaha
RaulG said…
Kemarin hari sabtu 11/8/2018 saya dan anak pergi ke sini pukul 17.00, eh ternyata kosong enggak ada siapa siapa di sana. Mungkin kesorean:)

Postingan Populer

32 Logo Mobil dan Arti di Dalamnya

Mengganti Ban Standar Spacy Dengan Ban Tubeless