Posts

Showing posts from February, 2008

Museum Kretek

Si Latif nginep di Kudus dan sebagai tuan rumah juga harus merangkap guide yang baik, sayangnya aku ga tau kotaku sendiri. Jadi aku dan Latif seperti turis ke sasar di Kudus. Aku bawa dia ke Museum Kretek walau menjejakkan kaki di situ nggak pernah. Museum Kretek seperti namanya adalah museum tentang sejarah industri rokok di Kudus, mulai dari pelopor rokok Bal Tiga sampai puluhan jenis merk lain, museum-nya kecil banget, cuma satu putaran sudah habis. Parahnya di beberapa bagian banyak bocor, dan rasanya kurang puas aja, untungnya yang jaga museum baik mau menghidupkan lampu-lampu begitu kita datang. Disitu ada mesin pembuat rokok jaman dulu, miniatur proses produksi rokok, foto-foto rokok tempoe doeloe, contoh-contoh bungkus rokok jaman dulu, bahkan rokok klobot (dari jagung), jenis-jenis tembakau. Dari sini ada tambahan informasi juga soal nama depan latin dari keluarga tembakau yang bernama nikotiana, namanya familiar dengan nikotin ya?Kenapa Kudus sampai membuat museum tentang ro…

Nyaris saja

Setelah memposting "Super Yesterday" aku jadi benar-benar sibuk, lebih tepat tunggang langgang . Sebabnya waktu sudah bisa input KRS ternyata aku ga bisa sebab aku masih ada tanggungan pinjaman buku di perpustakaan. Untungnya aku nggak sendiri, ada Fery juga, jam setengah 8 aku langsung balik dan mandi siap-siap ke perpus balikin buku. Ternyata sampai sana masih tutup dan kata temen-temen buka jam setengah 11, maklum hari Sabtu. Perasaan ini rasanya mau kacau karena kalau nggak cepat bisa tidak kebagian kelas. Untung Fery mau menghubungi bu Endang bagian perpustakaan. Bu Endang sendiri ga bisa langsung datang jadi dia minta tolong tugas TU yang lain. Sambil nunggu aku n Fery makan di luar baru 5 menit sudah dapat SMS, katanya perpus sudah buka, ya udah aku sama Fery langsung lari ke Perpus. Disana sudah ada bapaknya, apesnya giliran kita malah jaringan komputer error, kita nunggu sekitar 10 menit, alhamdulillah bisa. Langsung deh tancap gas ke Swanet lagi buat isi KRS, di de…

Super Saturday

Bagi orang-orang Undip ini adalah waktunya kekacauan dimana ratusan anak ekonomi input jadwal kuliah secara bersamaan. Dengan sistem online kita bisa memasukkan pilihan kelas atau dosen dengan jadwalnya, sederhana memang. Masalahnya kelas terbatas cuma 2 itu pun belum tentu tertampung semua. Apalagi kalau salah satu kelas terkenal sama dosennya killer. Wah sebisa mungkin pada menghindar semua, indikasi paling mudah kalau kelas itu cepat penuh ya berarti dosennya enak, kalau pilih kelas tapi kok di saat-saat terakhir masih kosong, nah itu dia tanda-tanda.

Masalah kedua apalagi kalau nilai belum keluar semua, karena IP menentukan maka nilai wajib sudah keluar dulu (seharusnya) walau kenyataannya pas input masih belum nongol juga. Asyiknya nih kalau nilai IP sementara tinggi bisa ambil banyak, tapi kalau dapat IP sementara rendah ya siap-siap aja mohon-mohon sama ketua jurusan buat tambahan kursi

Masalah ketiga ternyata webiste FE Undip ga bisa jalan di semua browser, terutama Mozilla Fire…

Diam Seribu Salah

Sebagai orang pendiam seharusnya kita bangga akan diamnya kita, sebab ada pepatah kalau "lidah tak bertulang". Ya kalau ucapan kita itu membuat senang orang, tapi kalau malah menyakiti perasaan orang malah bisa repot nantinya. Sayangnya aku gak pede sama sifatku yang pendiam, jadi kalau deket orang rasanya pengen ngomong tapi multu tetap terkunci rapat. Kalau suasananya diam malah aku yang gak enak sendiri. JAdi reaksi pertama kalau suasana gitu sih aku mending keluar aja, tapi lama-lama aku malah cenderung menjadi ekstrovert. Mungkin ini kali ya yang menjadi orang menganggap aku ga enak buat di ajak ngobrol.Walau sebenernya aku mau aja di ajak ngobrol asal mereka dulu yang memulai, kan sudah kubilang kalau aku ini pendiam

Semarang Wisata Kuliner

Konon makan itu meredakan stress, kebanyakan makan malah bikin stress, kenapa kok stress? ya karena jadi kegemukkan. Temen-temenku sekarang kalau ketemu bilang kalau aku agak chubby. Walau gendut itu belum tentu jelek tapi akibat dari kegendutan itu malah lebih parah, salah satunya penyakit jantung. Nah masalahnya sulit juga buat mengurangi makan sebab di Semarang ini sama saja berwisata kuliner. Bayangin aja di Semarang ini Soto di campur mihun dan daging sapi, di Kudus sih ga pakai daging sapi tapi pakai daging kerbau. Ada juga warung bakar-bakaran, dimana semua lauk di bakar mulai dari sate usus, mendoan sampai ayam di bakar juga, mau yang ukuran kecil ada nasi kucing yang kayaknya kucing kosku aja masih belum kenyang, sop buah yang sebebnarnya potongan-potongan buah dicampur susu dan sirup, dll. Dan semuanya terjangkau sama kantong mahasiswa. Aku yang biasanya gak pernah makan yang "neko-neko" sekarang menjadi omnivora alias semua di makan. Maklum aku tinggal di keluarga…

Kasur sayang kasur sialan

Sebagai seorang mahasiswa aku nggak sibuk-sibuk amat. Coba kalau di hitung-hitung aktifitas paling jam 8 kuliah sampai jam 1, trus ke UPK jam 2 sampai jam 4. Dengan hitungan begitu sewajarnya kalo aku punya banyak waktu luang, tapi nyatanya toh tidak. Pagi-pagi selalu bangun tidur dalam keadaan ngantuk, nah lho kok bisa, ini mungkin gara-gara kasur palembang yang tipis.Praktis memang tinggal di gulung dan di jemur (nggak pernah kulakukan), tapi resiko dari kasur Palembang yang ultra mobile ini adalah kalau musim hujan begini rasanya kasur sial ini adalah penghantar dingin yang baik. Udah pegal-pegal gara-gara tipisnya, sebagian juga karena kapas di dalamnya udah pada beterbangan, masih juga gatel-gatel. Jadi bangun tengah malam atau bangun jam 2 tanpa sebab sudah biasa. Dan lebih parahnya aku  punya kebiasaan tidur panjang. Sehabis tidur pagi bangun sebentar setelah itu tidur lagi, nanti jam 2 sampai jam 3 tidur lagi, kalau nggak hasilnya adalah kepala pusing dan senut-senut pas denge…

Rugi malah masuk neraka

Ini lah mungkin salah satu kerugiannya menabung di bank konvensional, ceritanya sehabis mendebit rekening Mandiri untuk bayar SPP ternyata ada item pengeluaran yang lumayan banyak.Setiap bulan kena potongan Rp 9000 (maklumlah mahasiswa), padahal paling transaksi cuma ambil uang lewat ATM, apalagi aku nggak pernah nambah tabungan, kalau mengurangi sih sering. BNI tabungan mahasiswa cuma mendebet Rp 250 sebulan walau memang nggak dapat bunga.Dan celakanya satu-satunya penolong tabunganku dari jarahan bank adalah bunga, memang nggak besar cuma sekitar Rp 2000 tapi daripada nggak. Nah bunga ini yang jadi masalah karena ada perbedaan pendapat mengenai halal/haramnya, aku selalu berpikir positif aja kalau bunga itu penyelamat dari tarikan biaya bank. Tapi kalau di pikir-pikir lagi iya kalau halal? kalau haram wah sudah rugi kena potongan masih masuk neraka lagi.....