Candi Gedong Songo dan Watugong

Sebelum semester pendek di mulai kita pada janjian mau jalan-jalan ke Bandungan.Aku berangkat dari Kudus habis subuh sampai di Semarang jam setengah 7, jam 8 langsung kumpul ke kos Latif.Ternyata cuma ada 5 orang yang berangkat yaitu aku, Latif, Pujek, Benaz, dan Lukas.Penasaran juga bagaimana sih bandungan yang katanya "puncak"nya Semarang.Seperti perkiraan semula jalan ke Bandungan naik turun, sempit lagi, untung aku bonceng sama Pujek alias YZ.Sesaimpainya di Bandungan kita langsung belok ke arah situs Candi Gedong songo, kenapa songo?ya mungkin karena ada 9 candi yang terletak terpisah di kaki perbukitan.Karena sepeda motor ga boleh masuk jadi kita harus jalan kaki, alternatif lain naik kuda, tapi biar irit dan sehat kita jalan kaki.Karena ada di daerah perbukitan kebayang kan gimana capeknya untuk menjelajah dari satu candi ke candi lain.

Bagusnya selain candi ada juga obyek wisata lain seperti patung Hanoman yang terlupakan.Maksudnya ga ada yang kesitu, bahkan jalannya aja sudah tersamar sama dedaunan.Si Latif sempat mencium si Hanoman, biar transfer ilmu kayaknya.Si Benaz sibuk mikirin gimana caranya biar bisa di jual ke E-Bay.Trus ada lagi sungai belerang.Di dekat sungai kecil ada rekahan batu yang mengeluarkan asap belerang, baunya memang kayak telur busuk.Tapi enak juga sebab airnya anget.Di sini si Pujek tanpa sungkan lagi langsung buka bajudan bergaya ala binaraga di depan kamera.Candi yang ke enam agak unik sebab ada lapangan sepakbola di depannya, kata Latif si tempat kemping Samaratungga, Sok Tahu!!dari sini kita bisa melihat pemandangan dari jauh ke arah Rawa Pening.Kalau begini aku sadar kalau Indonesia memang masih indah.Kita nemuin juga jalan naik keatas bukit walau sebenernya lebih parah lagi dari jalan ke patung anoman, di atasnya ga ada candi cuma gardu pandang.Dan yang di atas cuma sepasang manusia yang sedang asyik masyuk (ga lama mereka pergi begitu kita datang) pemandangan di sini pun ga kalah seru.Ada juga pecahan botol di situ, mungki habis ada pesta miras.

Sayangnya candi yang indah itu ternoda oleh ulah iseng.Di bagian dalam candi banyak coretan baik yang pakai tinta atau langsung di ukir disitu.Primitif banget kayak lukisan manusia purba.Jalan-jalan di situ juga ga terjaga kebersihannya sebab dimana ada kuda pasti ada kotoran kuda.Kotoran tersebut sperti ranjau darat yang tersebar di mana-mana..Jam Setengah 12 kita turun karena sudah laper, lagian juga mendung sudah menggantung.Sampai di warung bawah hujan deras langsung turun, aku pilih soto cocok buat suasana adem, si Benaz dan Latif pesan sate kelinci yang sepuluh tusuk plus nasi seharga Rp 9000.Aku di kasih satu sama Latif dan ternyata rasanya agak hambar, cuma menang di bumbu.Setelah itu kita sholat n pulang.Sebenarnya kita bingung mau kemana, mau ke Ketep pass jauh dan sudah pada capek jadinya kita mampir ke Vihara Watugong dalam perjalanan pulang.Ni vihara katanya yang paling besar di Semarang.Disitu lah aku dapat kabar via SMS kalau pak Harto sudah meninggal.



Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Comments

Postingan Populer

32 Logo Mobil dan Arti di Dalamnya

Pengalaman Mistis Di Gua Jepang

Mengganti Ban Standar Spacy Dengan Ban Tubeless