Tahun Tanpa sepeda

Dulu waktu kecil sepeda masih menjadi alat transportasi yang paling asyik, waktu silaturahmi ke guru-guru sehabis Idul Fitri aku sama temen-temenku pergi sama-sama pakai sepeda, walaupun sebenernya jaraknya jauh dari kos tapi rasanya asyik.Bisa di bilang kalau waktu itu kita lebih ingat serunya pengalaman cari rumah guru daripada rasa capeknya.Dulu-nya lagi sepeda motor masih belum banyak yang pakai, baru setelah SMA antara pemakai sepeda dengan sepeda motor jumlahnya berimbang.Tapi sekarang setelah masuk universitas si sepeda angin ini sudah mulai lenyap dari parkiran kampus, yang ada tinggal motor yang berjejal, kemana si kereta angin?
Untuk mengurangi kemacetan sekarang di galakkan lagi pemakaian sepeda, Pak Sukawi sudah mempelopori walau katanya cuma sebentar.Tapi coba bayangkan kalau dari 7 hari kita nggak pakai motor 1 hari saja atau minimal membatasi penggunaan sudah berapa besar coba manfaat yang di dapat bagi lingkungan kita yang selama ini tercemar oleh karbon.Berapa banyak coba devisa negara yang bisa terselamatkan, kok bisa?nah coba aja pikir kalau negara kita sudah berbaik hati mensubsidi premium, masak kita membalasnya dengan hal-hal yang nggak berguna seperti trek-trekan liar atau semacamnya.Sebenarnya ini juga termasuk penyalahgunaan uang negara oleh warga negara itu sendiri.Coba pikir juga kenapa sepeda motor-sepeda motor yang baru, gress dan mulus tanpa rasa bersalah malah ngantri di bagian bensin Premium bukan Pertamax, padahal itu juga kan sama saja pemborosan keuangan negara.Asumsinya kalau bisa beli motor baru kenapa masih beli bensin bersubsidi?(Premium tuh bersubsidi).Semestinya motor atau mobil niaga tuh yang dapat jatah premium.
Kembali ke sepeda, sayangnya gaung kampanye bersepeda kurang kenceng di kampus ini (Undip), masih banyak mahasiswa yang ke kampus pakai motor walau jaraknya deket, cuma jalan kaki 5 menit sudah sampai.Sepertinya kita perlu mencontoh UGM yang sudah menyediakan parkir khusus sepeda.Oh ya anjuran ku ini sebenarnya cuma cocok di terapkan di kampus Pleburan bukannya Tembalang, tahu sendiri kan gimana kontur tanah disana, naik turun kayak gunung.Nah bagaimana dengan aku?untungnya sejak awal kuliah aku sudah membiasakan diri jalan kaki, jadi kalau nanti ada kampanye Walk to Campus sudah biasa.He..3X, penggunaan motor juga jauh kubatasi.Sebenarnya juga terpaksa sih sebab bensin mahal akhir-akhir ini.Pakai motor sering-sering juga bikin biaya suku cadang meningkat.
 




Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Comments

Postingan Populer

32 Logo Mobil dan Arti di Dalamnya

Pengalaman Mistis Di Gua Jepang

Mengganti Ban Standar Spacy Dengan Ban Tubeless