Friday, April 01, 2016

Hal-Hal Yang Paling Saya Harapkan Dari GTA VI

Setelah membaca artikel di Jagatplay : 10 Hal yang Paling Diharapkan dari GTA VI saya jadi ikut tertarik sumbang saran fitur apa yang seharusnya ada di dalam sebuah seri GTA selanjutnya. Sebuah game yang menurut saya sangat luar biasa baik dari sisi gameplay dan grafik.


Walaupun pihak Rockstar tidak bakalan membaca blog ngawur kayak gini tapi setidaknya saya bisa mengeluarkan uneg-uneg mengenai GTA, yah siapa tahu...siapa tahu ya ada karyawan Rockstar yang kebetulan (atau lagi apes) masuk ke blog saya dan dia kebetulan juga bisa bahasa Indonesia hehehe..
GTA sampai saat ini adalah game open world favorit saya dan saya tidak pernah bosan memainkannya, tapi menurut aku ada beberapa hal yang bisa di improve lagi oleh Rockstar selaku pengembang game GTA.

1. Kota Yang Lebih Besar


Kota Los Santos merupakan kota paling fantastis menurut saya, alasannya karena lokasinya luas, interaksi NPC bagus, pemandangannya bagus, dan juga banyak random event yang terjadi di dalamnya. Berharap kalau bisa bukan hanya satu kota tapi beberapa kota besar sekaligus di GTA VI untuk dijelajahi dan mungkin Rockstar mau mengadopsi pendekatan dari Fallout 4 yaitu saat kita mendekati gedung atau wilayah maka nama wilayah tersebut akan muncul di peta. Soalnya selama ini saya cukup kesulitan mengingat lokasi tempat-tempat penting di GTA V.

2. Perang Gangster


Di GTA V kalau kita rajin jalan-jalan pasti tau wilayah-wilayah gangster, mereka biasanya pasif tapi kalau diprovokasi siap-siap saja di berondong tembakan sama gangster sekomplek. Harapannya sih di GTA VI gangster lebih beringas dan ganas jadi mereka bisa menyerang ke basis gangster lainnya, bayangkan saja sedang berkendara di Los Santos dan terkepung baku tembak antara gangster yang bertikai dan polisi, pasti seru. Atau bisa juga memakai konsep Farcry 4 dimana di tiap wilayah terdapat pos-pos, dan kita bisa menyerbu ke pos musuh untuk mendapat pengaruh wilayah begitu juga sebaliknya.

3. Terain Yang Lebih Beragam

Seperti yang kita tahu ada 4 kondisi wilayah di Los Santos, Perkotaan, Gurun, Hutan Pegunungan, dan pantai. Lokasi seperti Mount Chiliad memang sangat menarik tapi masih kurang megah dibanding bentang alam Farcry 4, andai saja GTA VI menyajikan kondisi alam yang lebih liar seperti Farcry tentu saja akan sangat menyenangkan.

4. Mode Menyamar


Nah bagaimana kalau pendekatan game Hitman diterapkan ke GTA? jadi kita bisa membeli seragam polisi lalu berjalan dengan santai ke kantor polisi, membawa tahanan keluar penjara lalu masuk ke mobil polisi di parkiran tanpa membuat curiga polisi lain? keren kan? atau malah menangkap buronan dan memasukkannya ke penjara. Menarik bukan? jadi pakaian di GTA VI bukan hanya sebagai pemanis namun memiliki fungsi yang vital terhadap gameplay.

5. Mode SIMS


Bagaimana kalau pendekatan game SIMS dipakai di GTA VI, jadi bukan hanya bisa membeli properti namun kita juga bisa mendekorasinya sekehendak hati. Mengubah eksterior luar dan interior rumah, sehingga ketika sudah bosan muter-muter keliling kota kita bisa pulang ke rumah dan memikirkan upgrade apalagi yang bisa dilakukan dengan rumah kita.

6. Taksi Yang Lebih Keren


Kita tahu ada beberapa kendaraan yang tidak bisa diupgrade atau dimodifikasi, mobil polisi dan taksi contohnya. Sayang sekali padahal setiap kali mensopiri taksi saya selalu teringat dengan film Taxi yang dibintangi Queen Latifah. Bagaimana jika taksi disini bisa dimodifikasi ekstrem dan kemudian kita mendapat opsi untuk mengantar "paket" berbahaya, pasti seru!

7. Opsi Modifikasi Pesawat


Yup seperti halnya mobil polisi, pesawat juga tidak bisa dimodifikasi. Bagaiamana kalau di GTA VI nanti pesawat bisa diupgrade, misalkan ditambahkan senapan kecil atau mekanisme untuk menjatuhkan bom, kemudian kita bisa perang udara dengan pesawat militer atau pesawat musuh, tentu akan sangat menarik.

Nah itu tadi list harapan saya untuk seri GTA yang baru, kira-kira ada yang mau menambahkan?
Publisher: Aji Setyobudi - 12:46 AM

Tuesday, March 29, 2016

Sebuah Memori Tentang Taksi Dan Perjuangan Mencari Kerja

Agak shock juga melihat berita di televisi kemarin, ratusan sopir taksi berdemo dan mengamuk terhadap sarana transportasi berbasis online, sayangnya rekan mereka sendiri pun ikut-ikutan kena getah, yang tidak ikut demo dipaksa ikut demo, taksi dirusak, pengemudi dipukuli. Lebih mengejutkan lagi adalah beberapa sopir anarkis tersebut adalah sopir Burung Biru, perusahaan taksi yang selama ini memiliki reputasi yang cukup baik dimata saya. Saya sampai berpikir sebegitu dahsyatnya kah sistem online merubah dunia offline? lalu bagaimanakah dengan keinginan pelanggan?

Ini mengingatkan saya dulu waktu melamar ke sebuah perusahaan BUMN di Jakarta, lokasi perusahaan tersebut di Jakarta Timur sementara saya menginap di kantor teman di Jakarta Selatan, maklum waktu itu masih buta Jakarta. Sarana transportasi yang menurut saya masih bisa diandalkan adalah taksi, nyaman, aman, tidak berdesak-desakkan, bebas dari asap knalpot sehingga pikiran saya masih fresh ketika tandatangan kontrak. Malamnya saya langsung telepon ke operator Burung Biru minta dikirim taksi ke alamat teman pagi hari jam 05:30 dengan asumsi menghindari macet. Pagi jam 05:30 saya sudah siap di gerbang melongok kiri kanan berharap menemukan taksi berlogo burung, tidak ada. Jam 06:00 ternyata belum ada mulai gelisah, akhirnya jam 06:30 saya telepon lagi ke operator Burung Biru, jawaban yang saya terima mengecewakan, tidak ada unit yang tersedia. Terus terang ini pengalaman pertama kali memesan taksi dan saya cukup heran kenapa kita tidak mendapat unit padahal sudah pesan dari malam hari.

Operator menyarankan saya menggunakan Burung Perak, ya sudah lah saya terima (belakangan saya mengetahui kalau Burung Perak itu versi mewah dari Burung Biru, maklum di kota saya ga ada taksi) dengan syarat sampai dalam waktu setengah jam. Daaaaaan jam 7 masih belum tampak batang hidungnya, akhirnya saya minta bantuan teman mengantar ke kantor dengan naik motor, itupun setelah beberapa kali tersesat karena teman saya tidak tahu daerah Jakarta Timur, sampai di kantor jam 07:55 hampir telat, bayangkan rasa panik, kalut dan putus asa yang menghinggapi saya. Bagaimana dengan si Burung Perak? oh dia sampai sih ke rumah teman saya tapi itu jam setengah sembilan, telpon dari pengemudinya tidak saya angkat (karena mulai masa orientasi kerja), Mulai saat itulah saya agak gimana gitu kalau mau pesen taksi takut hal tersebut terulang lagi. Bayangin saja kalau saat-saat tersebut saat yang menentukan masa depan karir kamu (misal wawancara user) dan kamu terlambat bukan karena salah kamu bagaimana?

Skip ke masa sekarang, di mata saya sebagai konsumen adanya sarana transportasi berbasis online terus terang memberikan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen. Kalau konsumen memilih perusahaan ojek online ya karena memang di mata kita lebih praktis dan nyaman, tidak bisa kita dipaksa. Mungkin sudah waktunya perusahaan tersebut bertanya kepada konsumen kenapa mereka lebih memilih Uber dan Gojek daripada jasa layanan mereka.
Publisher: Aji Setyobudi - 8:37 PM

Tuesday, December 29, 2015

Peresmian Pembangkit Listrik Surya

Oke kali ini saya akan membuat postingan dengan label baru, yaitu #Komentarpolitik, setelah lama berdiam diri akhirnya saya nggak tahan juga mengutarakan pandangan politik saya terutama jika berkaitan dengan komentar-komentar yang muncul di situs berita online seperti Detik, Kompas, dan Merdeka.

Yang menarik dari kolom komentar sekarang adalah ketika berita berkaitan dengan Jokowi pasti banyak komentar yang mendukung (itu tidak apa-apa juga buat saya) namun ketika kita mulai komentar kritis terhadap pemerintahan Jokowi langsung saja komentar kita dibalas dengan komentar yang lebih keras. Berbeda sekali jaman SBY memerintah kebanyakan komentar bernada negatif bahkan jika SBY hendak membangun jalan tol, atau infrastruktur komentar yang ada menuduh proyek tersebut full KKN, sekarang proyek tersebut di puja-puji oleh pendukung Jokowi,

Dan keganjilan lain adalah kenapa komentator suka sekali mengagungkan pemerintahan sekarang namun mencaci maki pemerintahan sebelumnya, Apakah komentator tersebut ingin mengunggulkan pencapaian pemerintahan sekarang dengan jalan menistakan hasil upaya pemerintahan sebelumnya? Seperti contoh dibawah ini yang saya ambil dari situs Detik berjudul "Jokowi Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia"

Kenapa seakan-akan perencanaan dianggap remeh dan yang gunting pita belakangan malah dianggap action. Bukankah sebuah proyek memang harus dimulai dari perencanaan yang matang yang bisa saja memakan waktu 2-3 tahun bahkan lebih, namun seakan-akan perencanaan dianggap angin lalu saja. Itu baru satu contoh komentar, untuk kedepannya mungkin saya akan mengambil screenshot lain yang menurut saya "aneh bin ajaib" misalkan saja seperti polemik Pungutan BBM. Tujuan saya sih cuma buat konsumsi pribadi tapi siapa tahu beberapa tahun kedepan saya akan ketawa sendirian setelah membaca postingan ini lagi dan membandingkannya dengan kelakuan politisi di masa depan.
Publisher: Aji Setyobudi - 12:31 AM

Tuesday, July 01, 2014

Nonton Transformer : Age Of Extinction Di Blitz Megaplex

Hari Senin kemarin kami anak-anak mess nonton film yang lagi nge-tren Transformer : Age Of Extinction di Paris Van Java Mall, Bandung. Kali ini kami memesan tiket 4DX dengan harga Rp 120.000 perkursi, cukup mahal karena 4DX bukan hanya menampilkan gambaran 3 dimensi namun menghadirkan 4 elemen lain seperti gerak, air, angin, bau, dan cahaya. Kami memilih 4DX agar lebih maksimal dalam nonton adegan penuh aksi dari Transformer.


Apalagi kali ini ada aktor Mark Wahlberg plus Dinobot menjadi daya tarik buat film Transformer kali ini. Nah setelah nonton film ini menurut pendapatku -sesuai dengan pendapat teman-temanku yang udah nonton sebelumnya - memang agak "garing". Berikut ini alasannya:

1. Mark Wahlberg hanya pemanis, disini peran Mark seakan tenggelam begitu saja diantara kehadiran Autobot

2. Jam durasi 2,5 jam membuat saya mengantuk saat nonton film ini (yang sebelumnya ga pernah terjadi)

3. Transformium - CIA berusaha mereplika transformer dengan bahan Transformium yang bisa melayang dan berubah bentuk, hasil percobaannya adalah Galvatron (titisan Megatron). Ketika berubah dari bentuk truk ke bentuk robot jangan berharap melihat perubahan bentuk dari truk ke robot yang seperti biasanya, alih-alih ketika berubah Galvatron pecah menjadi ribuan kepingan kecil sebelum menjadi bentuk robot, menurut aku malah jadi kurang enak dipandang.

4. Banyak tokoh dimasukkan ke dalamnya namun tidak memiliki peran yang banyak, contohnya saja Dinobot yang baru tampil di bagian akhir film.

Namun diantara beberapa kekurangan tersebut ada satu hal yang menarik, di awal film ditampilkan tangan makhluk asing yang katanya merupakan pencipta Transformer, nah mungkinkah Transformer selanjutnya menampilkan sosok makhluk ini?
Publisher: Aji Setyobudi - 11:22 PM

Sunday, June 29, 2014

, ,

Mengganti Ban Standar Spacy Dengan Ban Tubeless

Setiap barang pasti memerlukan penggantian suku cadang terutama benda bergerak dan kompleks seperti sepeda motor, setelah dua tahun akhirnya saya memutuskan mengganti ban depan dan belakang dengan ban tubeless ukuran standar. Alasannya karena ban depan sudah benjol-benjol jadi jika dilihat dari samping sudah tidak mirip dengan sebuah roda. Menurut info teman pusat penjualan ban motor tubeless ada di jalan Gatot Subroto Bandung, dekat dengan Trans Studio Mall. 


Akhirnya nemu toko yang cocok, disini saya ditawari tiga pilihan : Xeneos, FDR, dan IRC. Akhirnya pilihan jatuh ke Xeneos dan keputusan tersebut saya ambil spontan!. Agak-agak menyesal sembari ban motor dipreteli teknisi saya googling mengenai Xeneos. Alhamdulillah komentarnya positif, jadi Xeneos adalah produk dari Gajah Tunggal, perusahaan lokal yang juga memproduksi IRC. Hitung-hitung membantu perusahaan dalam negeri.


Untuk ukurannya standar saja tidak aneh-aneh karena motor ini buat penggunaan standar saja. Total biaya ganti ban depan belakang Rp 320.000 plus bonus topi. Walaupun minta ukuran standar tampaknya ban ini tetap saja terlihat cukup besar. Nah dari info internet katanya ban ini cocok untuk menikung, patut dicoba nih.


Spontan saya ingin menjajal kemampuan menikung ban ini di daerah Lembang, Bandung yang memiliki karakteristik jalan pegunungan. Rute yang saya ambil adalah Lembang - Parongpong - Cisarua - Cimahi - Bandung. Dan ternyata memang benar ban Xeneos cocok untuk di tikungan, jika selama ini saya ragu saat menikung dengan ban lama kali ini jadi pede dengan ban baru.

Publisher: Aji Setyobudi - 6:59 PM

Tuesday, June 24, 2014

Perayaan Ulang Tahun Perumnas di Regional IV

Menyambut ulang tahun Perumnas ke 40 memang ga bisa jauh-jauh dengan yang namanya lomba, kalau kemarin ada lomba bulutangkis, karaoke, PES, Gaple, Voli, Tenis, dll kali ini ditambah dengan cabang baru yaitu Tenis Meja. Bisa dibayangkan seminggu ini pada nggak fokus kerja hahahaha.

Memanfaatkan ring basket nganggur


Pertandingan voli

Kali ini terjun langsung main gaple

Kalau tahun kemarin banyakan pasif, kali ini aku ikut beragam lomba dari main Tenis meja, Badminton, Gaple dan semuanya berakhir dengan kekalahan. Untuk karaoke lewatlah...menyanyi bukan kebiasaan saya, namun buat menghargai Momon -panitia karaoke- saya ikut mendesain poster lomba karaoke.



Puncak acara diadakan tanggal 18 Juni 2014 dengan Jalan Santai dan Senam Masal lalu diikuti dengan pemotongan balon oleh GM Regional IV.




Publisher: Aji Setyobudi - 4:02 AM

Monday, June 23, 2014

Pertandingan Futsal Perumnas Cup 2 Di Gudang Seng, Kalimalang

Sejarah aku main futsal memang baru sebentar, terhitung mulai dikirim ke regional IV barulah aku mulai serius main rutin setiap minggu di lapangan futsal depan kantor. Skill yah cetek banget-lah, apalagi selama ini juga sangat jarang ikut olahraga yang melibatkan kaki dan bola, stamina jangan tanya persis seperti stamina Ultraman, baru 15 menit turun sudah nyala lampu pertanda ingin balik. Kostum futsal dulu pun seakan tidak niat, beli sepatu futsal diskonan seharga 100rb, kaos kaki sepatu pantofel, celana rumah pendek, plus kaos. 

Setelah 8 bulan berlatih rutin di Regional tiba saat pembuktian di ajang Perumnas Cup, yaitu ajang turnamen futsal yang diadakan antara intern dan ekstern. Ada 7 regional dan 1 Rusunawa sedangkan pihak ekstern ada banyak antara lain Kepolisian, BTN, Wika, Waskita Karya, dll.

Bagi saya ini merupakan momen langka melihat skill pemain bola dari regional lain, dan untungnya tahun ini saya diajak sebagai pemain cadangan, sebuah posisi yang cukup bagus mengingat stamina juga kurang mendukung. Sebagai pemain cadangan fasilitas tetap sama, yaitu jersey dan sepatu futsal baru. Jujur tawaran sepatu baru cukup menarik, sepatu futsal tahun ini ber-merk spec dengan size 44 ukuran yang pas (sepatu lama saya 42), begitu dipakai sangat nyaman dan untuk menendang bola tidak lagi terasa sakit seperti sepatu lama.



Dan inilah tim kami yang terdiri dari 12 orang yang berasal dari regional IV plus cabang-cabang dibawahnya. Turnamen diadakan hari Sabtu-Minggu tgl 21-22 Juni 2014 di Lapangan Futsal Gudang Seng Kalimalang. Pertandingan sendiri dibuka oleh Dirut lalu dilanjutkan pertandingan persahabatan antara bos-bos, yang paling unik adalah kesempatan melihat Direktur Keuangan beraksi di lapangan, sangat lincah dan jago....nggak nyangka banget.



Jadwal tanding kami adalah Sabtu 2x dan Minggu 1 X melawan Regional VII, Regional I, Propernas, dan Regional VI. Paling serem adalah regional VI yang terlihat kompak dan terlihat profesional, pemain mereka juga cukup gesit, nampaknya pertandingan melawan Reg VI merupakan pertandingan yang mustahil dimenangkan. 

Di pertandingan pertama kami melawan Regional VII dengan kawan sebatch ku Dipo sebagai penjaga gawang Reg VII, dengan ukuran tubuhnya yang besar tentu sangat susah menjebol gawang lawan, namun disni insiden terjadi karena di menit-menit awal penyerang kami bertabrakan dengan Dipo, begitu besarnya efek tubrukan itu sampai-sampai mulut Dipo berlumuran darah dan harus dibawa ke rumah sakit, kemudian kami dengar dia mendapat 8 jahitan di bibir luar dan dalam.

Nampaknya tidak usah berpanjang lebar, dalam dua hari kami dibantai habis dan menghuni dasar klasemen, jadi tahun kemarin kami dibantai dan tahun ini juga kembali dipermalukan, secara total gol yang kami lesakkan cuma 4 biji sementara lawan melesakkan 2x jumlah gol kami. 



Kekalahan di hari pertama tentu saja menghapus angan kami untuk mendapatkan gelar, jadi pertandingan hari kedua lebih untuk latihan tahun depan, tentu saja kami tetap serius dalam bertanding. Setelah turun langsung menghadapi regional I baru terasa bedanya main melawan teman sendiri dengan main melawan pihak luar. Walaupun satu kali pertandingan memakan waktu 20 menit - di regional kami bermain satu jam - pertandingan cup lebih melelahkan, ini karena kami dipaksa bermain agresif dari awal turun lapangan, belum lagi kami menghadapi lawan yang memiliki skill cukup tangguh. Setelah jam 12 lewat kami akhirnya memutuskan pulang dan melewatkan pertandingan final, nampaknya setiap orang butuh beristirahat.



Saat berjalan ke parkiran aku melihat mobil travel charteran Regional V, ingin rasanya nebeng mereka pulang, namun sayang besok sudah masuk jam kerja, kami harus melupakan kekalahan kami sekarang dan membalas-nya di tahun depan lagi.



Publisher: Aji Setyobudi - 2:32 AM